BLOOD DIAMOND

Blood Diamond adalah sebuah kisah yang yang bercerita dengan latar belakang berlian-berlian mahal di Benua Hitam Afrika. Danny Archer adalah seorang pemburu berlian di daerah konflik berdarah Sierra Leone dengan cara menukarnya dengan senjata pada para pemberontak RUF. Petualangannya ini membawanya bertemu dengan seorang kulit hitam penemu berlian terbesar yang pernah ada, Salomon Vandy, dan seorang wartawan cantik yang mencoba mengusut peredaran berlian selundupan, Maddy Bowen. Perjumpaan, pengalaman dan petualangannya bersama kedua orang ini membawanya pada sebuah titik balik dari orientasi ekonomi pribadi menjadi kemanusiaan, meski nyawa sebagai taruhannya.

            Setelah menonton film ini, saya mencoba menemukan konsep-konsep iman yang ada pada film ini, khususnya pada para tokoh utamanya. Setidaknya ada beberapa point yang menarik bagi saya terkait dengan konsep-konsep iman dalam film ini. Ada sebuah proses iman yang secara dinamis sekaligus tak terduga khususnya pada diri Danny Archer. Ada beberapa adegan yang menurut saya menunjukkan proses iman itu.

Pertama, saat dialog singkat yang terjadi antara Danny Archer dengan Benjamin Kapanay. Benjamin Kapanay adalah seorang tokoh cukup disegani, dan ia mengumpulkan anak-anak korban penculikan dan perang saudara di Sierra Leone, dan mendidiknya. Dalam percakapan itu, Danny bertanya kepada Kapanay apakah ia yakin dengan niatnya yang baik para pemberontak akan membiarkannya hidup. Kapanay dengan bijak menjawab. “Hatiku mengatakan pada bahwa dasarnya semua orang baik. Tapi pengalamanku mengatakan sebaliknya…. Perbuatanlah yang membuat mereka baik atau jahat. Dengan sedikit cinta, orang jahat sekalipun bisa memberi arti dalam hidup”. Ini merupakan pengalaman yang mungkin masih bersifat religius yang dialami oleh Danny.

Kedua, dialog antar Danny dan Maddy, menjadi puncak permenungannya. Sharing masa lalu yang gelap antara keduanya mampu membangkitkan pengalaman iman berkaitan pencariannya dengan sang Ilahi. Pertanyaan reflektifnya dibangkitkan oleh kerinduannya akan yang ilahi “Apakah Tuhan mau memaafkan kita atas perbuatan kita pada sesamanya?” Pengalaman aktualnya membawa kesimpulan bahwa Tuhan sudah meninggalkan tanah itu. Ketidakmampuanya menemukan Tuhan dalam penderitaan membuatnya frustasi.

Ketiga, tindakan nyata yang membawa pada perubahan sikap yang revolusioner. Danny merelakan berliannya menjadi sarana bagi Salomon untuk bertemu dengan keluarganya dan barang bukti atau fakta tak terbatahkan bagi tulisan Maddy, yang mampu menghentikan curahan darah perang saudara di tanah “berlian darah” atau Sierra Leone itu. Danny pun rela tetap tinggal di tanah Afrika dan melepaskan nyawanya.

Pengalaman iman Danny Archer sungguh nyata dan sangat eksistensial. Pengalamannya menunjukkan iman yang berproses yang membawanya pada usaha mencari kebaikan Allah di tengah kejahatan manusia. Pengalaman penderitaan dan pengalaman kasih yang ia saksikan dan alami membawanya pada iman yang terwujud dalam tindakan. Secara tersirat, meski tak nampak jelas, Danny mengalami pengalaman kasih, di mana proses pewahyuan itu terjadi, lewat pengalaman konkret. Unsur fides qua creditur nampak kuat dalam pengalaman iman Danny. Iman yang dialami Danny  dibentuk oleh pengalaman cinta kasih dan mendasari tumbuhnya harapan baru bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Iman itu menjadi hidup (fides formata caritate).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s