TUBUH: BAHASA CINTA TERAGUNG

 

“Sleepless in Seattle” merupakan sebuah kisah inspiratif mengenai cinta. Bagi saya adegan film yang menarik saat Sam Baldwin mengisahkan bagaimana keajaiban dan kesempurnaan pernikahannya dengan mendiang istrinya, Maggie dalam sebuah talk show di malam Natal. Talk show ini merupakan inisiatif putranya Jonah, yang merasa bahwa ayahnya terlalu larut pada kesedihan dan membutuhkan seorang pendamping yang baru. Kisah Sam Baldwin ternyata mampu menarik simpati ribuan wanita di seluruh negeri, salah satunya Annie Reed. Yang menarik adalah, bahwa Sam mencintai sepenuh hati Maggie, bukan semata-mata karena segi fisik, atau sesuatu pemberian namun keajaiban cinta saat hadir didekatnya, “hanya” mengenggam tangannya, seakan waktu menjadi relatif. Anne Reed menjadi begitu tersentuh dan terharu, dan seakan menemukan cinta impian seperti dalam film favoritnya ”An Affair to Remember”.

Memang, apa yang dialami oleh Sam sebagai cinta sejati, untuk saat ini agaknya berbeda. Dewasa ini, banyak sekali simbol-simbol cinta yang dihadirkan, apa lagi berkaitan dengan Valentine’s day. Cokelat, Mawar merah, boneka, dan pemberian-pemberian lain menjadi simbol untuk mengungkapkan rasa cinta. Simbol-simbol ini seakan-akan mempresentasikan cinta yang ingin diungkapkan dan dihadirkan bagi pasangannya. Bahkan Valentine’s day yang diidentikkan dengan hari kasih sayang, selau mengandaikan adanya hadiah atau pemberian sebagai simbol atau bahasa cinta.  Tanpa bermaksud mengadili, saat ini cinta nampaknya harus diungkapkan lewat simbol berupa hadiah atau pemberian. “No gift, no love!”

Bagi saya, film ini mau menunjukkan bahwa cinta tidak semata-mata diungkapkan dalam pemberian berupa benda-benda materi, namun lebih pada tindakan gerakan tubuh, sebagai bahasa cinta yang paling berkesan dan menggetarkan jiwa. Keajaiban cinta yang lahir dari bahasa tubuh, misalnya, genggaman tangan menjadi lebih hidup dan membekas, karena merupakan repesentasi seluruh tubuh dan jiwa yang dihadirkan. Pengalaman kasih, yang diungkapkan oleh tubuh, nampaknya lebih bersifat setia dan selalu dikenang, bahkan saat orang yang dicintai itu telah pergi atau tidak disisi kita lagi. Bahasa gerakan tubuh manusia lebih mampu berbicara karena keseluruhan jiwa dan perasaan terwakili, termasuk untuk menyatakan cinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s